Headline News

header-int

Triple Eliminasi, Cegah Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Sabtu, 03 Agu 2019, 22:55:50 WIB - 42 | Hendri Agustian, S.Kep., M.M
Triple Eliminasi, Cegah Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Triple Eliminasi, Cegah Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Oleh : Hendri Agustian, S,Kep.MM (Kasie Promkes & Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan)

Kesehatan seksual dan sistem reproduksi sangat penting dalam penularan penyakit menular seksual seperti HIV, Sifilis dan Hepatitis. Secara umum ketiga infeksi ini berdampak pada kesakitan dan kematian, sosial maupun ekonomi; pada ibu mengakibatkan infertilitas, hamil ektopik, infeksi pelvis, kanker saluran reproduksi; sedangkan penularan ke bayi/anak 90% terjadi selama kehamilan, persalinan dan menyusui dan mengakibatkan lahir mati (still birth), prematur, berat lahir rendah, infeksi neonatus dan kongenital.

WHO mencanangkan eliminasi penularan penyakit infeksi dari ibu ke anak (mother-to-child transmission) di Asia dan Pasifik pada tahun 2018-2030. Tiga penyakit yang menjadi fokus adalah HIV, Hepatitis B, dan Sifilis. Tiga penyakit tersebut merupakan penyakit infeksi yang endemik di wilayah Asia dan Pasifik.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, ada lebih dari 90 persen anak tertular virus HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibunya. Prevalensinya pada ibu hamil berturu-turut sebesar 0,3 persen; 1,7 persen; dan 2,5 persen. Adapun risiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20-40 persen, sifilis 69-80 persen dan Hepatitis B lebih dari 90 persen.

Pola penularan ketiga virus tersebut relatif sama, yakni melalui hubungan seksual, pertukaran/kontaminasi darah, dan secara vertikal dari ibu ke anak. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara bersama-sama atau yang disebut dengan Triple Eliminasi.

Pemerintah telah mentargetkan program Triple Eliminasi pada tahun 2022 dengan indikator berupa infeksi baru HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak kurang dari 50/100.000 (lima puluh per seratus ribu) kelahiran hidup.

Triple eliminasi dilakukan dengan 5 strategi program, yaitu:

  1. Meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi/anak sesuai standar.
  2. Meningkatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam penatalaksanaan yang diperlukan untuk Eliminasi Penularan.
  3. Meningkatkan penyediaan sumber daya di bidang kesehatan.
  4. Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan, serta kerja sama lintas program dan lintas sektor.
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat.

Pemeriksaan laboratorium untuk tiga penanda infeksi tersebut telah disediakan dan tidak dibebani biaya sama sekali di Puskesmas.

Deteksi dini tersebut merupakan kunci dalam upaya pencegahan penyakit yang bisa ditularkan ibu kepada janin. Jika janin yang dikandung si ibu sudah terinfeksi penyakit menular tersebut, bisa jadi bayi akan sakit setelah dilahirkan. Penyakit tersebut juga bisa mengakibatkan kecacatan sehingga mengurangi kualitas hidup si anak. Risiko tertinggi adalah kematian.

Sebenarnya, risiko-risiko tersebut bisa diatasi sejak dini. Apabila bumil positif mengidap tiga penyakit itu, yang harus dilakukan adalah cepat-cepat memberikan obat yang sudah ditentukan untuk mencegah penularan kepada bayi.

’’Misalnya, untuk HIV, bisa diberikan terapi obat ARV. Selain itu, bisa dilakukan pemeriksaan lebih detail untuk memastikan si janin mendapat kehidupan yang baik.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan Peduli Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan
© 2019 Dinas Kesehatan. Follow Me : Facebook Youtube