Headline News

header-int

Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)

Minggu, 30 Jun 2019, 20:33:55 WIB - 35 | Hendri Agustian, S.Kep., M.M
Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)

Painan - Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) adalah suatu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), berupa tempat (rumah/ bangunan tersendiri) yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya (suami/ keluarga/ kader kesehatan).

Untuk menekan tingginya kematian persalinan ibu dan bayi di Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan sejak 2017 lalu telah menyediakan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) bagi ibu-ibu hamil yang rentan dan berisiko saat persalinan.

"Ya memang kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pessel masih cukup tinggi, adanya RTK ini sebagai upaya menekan hal ini, selain masyarakat juga terbantu dari segi biaya mereka tidak perlu mencari tempat tinggal sementara.

Untuk tahun 2019 di Kabupaten Pessel punya satu RTK yang berada di Rawang Painan dekat dengan RSUD Dr. Muhammad Zein Painan.

Penyediaan RTK mempertimbangkan sumber daya kesehatan di daerah dan kebutuhan lapangan, seperti jumlah sasaran ibu hamil, jumlah ibu hamil risiko tinggi, luas dan tingkat kesulitan wilayah, jumlah tenaga kesehatan pelaksana, dll. Jelas Kasi Kesga dan Gizi Dewita, SKM. M.Biomed.

Dalam diskusi dengan staf Seksi Kesga dan Gizi Reni Febri, SST menyampaikan tingginya AKI antara lain dipicu oleh 4 kondisi kehamilan yang tidak ideal yang disebut '4 terlalu' adalah:

  1. Kehamilan terlalu muda (kurang dari 18 tahun) menyebabkan 3 persen kematian ibu di Indonesia.
  2. Usia yang terlalu tua untuk hamil (di atas 34 tahun) yakni 4,7 persen
  3. Jarak kehamilan terlalu dekat (kurang dari 2 tahun) 5,5 persen
  4. Kehamilan terlalu banyak (lebih dari 3 anak) 8,1 persen.

Untuk mencegah 4 kondisi tidak ideal itu dibutuhkan pengaturan kehamilan melalui alat kontrasepsi. Tujuannya dibagi menjadi 3 yakni tujuan yakni untuk menunda, menjarangkan dan membatasi kehamilan.

Sementara sebab tak langsung antara lain tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya dan akses trasportasi. Situasi ini diindikasikan dengan '3 Terlambat' yaitu:

  1. Terlambat mengambil keputusan, sehingga terlambat untuk mendapat penanganan.
  2. Terlambat sampai ke tempat rujukan karena kendala transportasi.
  3. Terlambat mendapat penanganan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia.

Saat ini, kurang lebih 40% ibu bersalin belum terlayani di fasilitas kesehatan disebabkan oleh kendala akses (kondisi geografis yang sulit), ekonomi dan sosial. Hal tersebut disebabkan oleh kendala akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan (kondisi geografis yang sulit), maupun kondisi ekonomi sosial dan pendidikan masyarakat termasuk tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dana Jampersal merupakan dana alokasi khusus nonfisik yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka mendekatkan akses pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dana Jampersal tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai melalui dana APBN, APBD, BPJS, maupun sumber dana lainnya. Dana Jampersal digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Ulas Reni ..

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan Peduli Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan
© 2019 Dinas Kesehatan. Follow Me : Facebook Youtube