Headline News

header-int

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan 7 Langkah

Minggu, 07 Jul 2019, 17:53:01 WIB - 38 | Hendri Agustian, S.Kep., M.M
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan 7 Langkah

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan 7 Langkah

Oleh: Hendri Agustian, S.Kep.MM (Kasie Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Pessel)

Sehat menjadi anugerah terbesar untuk manusia dalam menjalani kehidupan. Manusia ditakdirkan untuk terus berusaha sehat agar bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari. Namun, risiko sakit akan selalu membayangi. Salah satu penyebab sakit adalah pola gaya hidup manusia itu sendiri. Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin memudahkan manusia menjalani aktivitasnya, terdapat risiko apabila kita terlalu dimanjakan oleh fasilitas tersebut.

Kemajuan teknologi yang memungkinkan aktivitas kita berada dalam genggaman, contohnya, lapar tinggal klik aplikasi, bersih-bersih rumah tinggal klik aplikasi juga; hal ini membuat manusia kurang melakukan aktivitas fisik. Manusia tipe ini bisa dipastikan juga malas berolahraga. Terlebih jika kurang mengkonsumsi buah dan sayur atau sering mengonsumsi makanan gorengan dan berlemak, akan meningkatkan risiko penyakit dalam tubuh. Lalu bagaimana cara kita hidup sehat?

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara.

Karena itu, GERMAS menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian

Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang digagas Kementrian Kesehatan setidaknya ada 7 langkah yang bisa dilakukan masyarakat dalam rangka membiasakan pola hidup sehat. Diantaranya, pertama melakukan Aktivitas Fisik, mengonsumsi Sayur dan Buah, Tidak Merokok, Tidak Mengonsumsi Alkohol, Memeriksa kesehatan Secara Rutin, Membersihkan Lingkungan, dan Menggunakan Jamban.

1. Melakukan Aktivitas Fisik

Pekerjaan rumah seperti mencuci piring, mencuci pakaian, mengepel lantai dan lain sebagainya bisa dikategorikan aktivitas fisik. Mulailah dengan melakukan aktivitas tersebut setiap hari. Lebih baik jika ditambah olahraga secara rutin. Lari pagi atau jalan kaki pun bisa dijadikan aktivitas rutin.

2. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Mengurangi makanan junkfood dan minuman bersoda.

3. Tidak Merokok

Mulailah secara perlahan untuk berhenti merokok. Jika tidak bisa sendiri, minta bantunlah kepada ahli hipnosis untuk menghentikannya. Beberapa teman saya pun ada yang berhasil. Pada dasarnya jika ada kekuatan dari diri sendiri untuk berhenti merokok, maka hal ini tak mustahil untuk dilakukan.

4. Tidak Mengonsumsi Alkohol

Sama halnya seperti rokok, maka minum minuman beralkohol pun harus dihentikan.

5. Memeriksa Kesehatan Secara Rutin

Medical Checkup sangat penting dilakukan oleh setiap individu. Mendatangi Puskesmas, Pobindu PTM yang dilaksanakan oleh petugas puskesmas di Nagari, rumah sakit bukanlah hanya saat kita sakit, justru saat kita (merasa) sehat. Sehingga bibit-bibit penyakit yang mungkin akan timbul di kemudian hari akan lebih mudah terdeteksi secara dini.

6. Membersihkan Lingkungan

Bersama-sama dengan tetangga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan minimal sebulan sekali. Selain untuk hidup sehat juga akan mempererat tali silaturahim antar sesama anggota masyarakat.

7. Menggunakan Jamban

Mungkin terdengar aneh, tapi faktanya masih banyak nagari di Kabupaten Pesisir Selatan yang tidak menggunakan jamban sebagai tempat pembuangan, dari 182 nagari bau 41 nagari yang Open Defecation Free (ODF)/Stop Buang Air Besar Sembarang Tempat (Stop BABS). Penduduk tersebut masih banyak yang menggunakan sungai sebagai aktivitas mencuci pakaian, mencuci piring, mandi, pun buang air besar. Tentunya hal ini menimbulkan risiko penyakit yang diakibatkan oleh kuman.

Untuk mewujudkan Germas hidup sehat diperlukan suatu upaya kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dimana menggerakkan seluruh elemen baik dukungan dari sektor pemerintah, penggalangan kemitraan dengan swasta, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat lainnya melalui penyelenggaraan kemitraan, pemberdayaan masyarakat dan penyebarluasan informasi. Dikabupaten Pesisir Selatan semenjak tahun 2017 - tahun 2018 seluruh Kecamatan sudah dilakukan sosialisasi Germas.

Keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat ini sangat tergantung pada partisipasi aktif semua stakeholder dan masyarakat. Masyarakat perlu digerakkan untuk memiliki kemampuan untuk melaksanakan semua fokus kegiatan tersebut dan dapat melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan Peduli Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan
© 2019 Dinas Kesehatan. Follow Me : Facebook Youtube